Malang, mediabhayangkara.id – Dua rumah di RT 08 RW 02 Perumahan Istana Karang Asem, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Jumat (5/12/2025) mengalami longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Rumah milik Pak Rokim menjadi salah satu bangunan yang terdampak cukup parah. Sementara satu rumah kosong di sampingnya juga mengalami kerusakan di bagian belakang. Longsor terjadi karena pondasi penahan tanah tidak mampu menahan tekanan air sungai yang meluap saat hujan lebat.
Seorang warga setempat, Budi Santoso (47 tahun), menjelaskan bahwa kejadian berlangsung cepat.
“Awalnya kami dengar suara gemeretak seperti tanah ambles. Begitu dicek, tembok belakang rumah Pak Rokim sudah ambrol. Air dari sungai naik dan deras sekali. Penahan tanahnya memang sudah lama lemah,” ujarnya.
Mustofa, yang juga warga perumahan istana karang asem, menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem beberapa hari terakhir membuat wilayah bantaran sungai semakin rentan.
“Hujan deras terus, tanahnya jadi lembek. Begitu ada arus kuat dari sungai, langsung tidak tertahan. Untungnya tidak ada korban jiwa,” katanya.
Ketua RT 08 Wahadi, juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di dekat sungai atau tebing rawan longsor.
“Kami sudah koordinasi untuk pembersihan area terdampak dan melapor ke pihak kelurahan. Ini peringatan bagi kita semua, apalagi musim hujan baru mulai,” terangnya.
Hingga saat ini, warga bersama aparat lingkungan masih melakukan pemantauan dan pembersihan material longsor. Pemeriksaan struktur rumah lain di sekitar lokasi juga mulai dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk memperhatikan kondisi pondasi, dinding penahan tanah, dan memastikan drainase berfungsi baik, terutama dalam intensitas hujan tinggi seperti saat ini.(ttk)
publikasi HR

Social Footer