Kabupaten Bogor, mediabhayangkara.id — Himpunan Wadah Perisai Jawa Barat (HIWAPRAJA) menggelar Pelatihan Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan pada 10–11 Januari 2026 di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Agen Perisai dalam Perluasan Kepesertaan Pekerja”. Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Alpian, Wakil Kepala Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat.
kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas Agen Perisai sebagai ujung tombak perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja bukan penerima upah (BPU).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 Agen Perisai yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, di antaranya Depok, Bekasi, Bogor, Cianjur, Cikarang, Purwakarta, Sukabumi, Indramayu, serta sejumlah daerah lainnya. Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian pelatihan, diskusi, dan pemantapan peran Agen Perisai dalam mendukung peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor informal.
Pelatihan ini menegaskan kembali posisi strategis Agen Perisai sebagai penghubung langsung antara negara dan pekerja. Di tengah dominasi sektor informal dan masih rendahnya literasi jaminan sosial, Agen Perisai menjadi aktor kunci yang hadir langsung di lapangan, membangun pemahaman, sekaligus menumbuhkan kepercayaan pekerja terhadap program BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman, para Agen Perisai mengungkapkan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya kesadaran pekerja akan risiko kerja, keterbatasan pemahaman manfaat jaminan sosial, hingga persoalan ekonomi yang membuat pekerja menunda kepesertaan. Namun demikian, pendekatan berbasis komunitas, komunikasi persuasif, dan pendampingan berkelanjutan dinilai menjadi strategi efektif dalam memperluas kepesertaan.
Ketua Umum HIWAPRAJA, Ahmad Jafar Sidik, menegaskan bahwa Agen Perisai bukan sekadar perekrut peserta, melainkan mitra pekerja dalam memastikan hak atas perlindungan sosial terpenuhi.
"Agen Perisai adalah garda terdepan perluasan kepesertaan. Karena itu, mereka harus dibekali pemahaman regulasi, keterampilan komunikasi, dan semangat pengabdian yang kuat. HIWAPRAJA berkomitmen memperkuat kapasitas Agen Perisai agar mampu menjawab tantangan di lapangan,” ujar Ahmad Jafar Sidik.
Menurutnya, keberhasilan perluasan kepesertaan tidak bisa dicapai dengan pendekatan yang sama antar Agen Perisai. Pendekatan satu pola tidak selalu efektif di setiap wilayah. Agen Perisai dituntut adaptif terhadap karakter wilayah dan kondisi sosial ekonomi pekerja.
“Kami ingin Agen Perisai hadir sebagai solusi, bukan hanya sebagai penyampai program. Pendekatan humanis dan berkelanjutan adalah kunci,” tambahnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Kepala Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat Alpian menekankan bahwa kualitas Agen Perisai menjadi faktor penentu keberhasilan program perluasan kepesertaan.
Beliau juga menggarisbawahi sejumlah nilai utama yang harus melekat pada diri Agen Perisai, yakni profesional, proaktif, responsif, objektif, fokus, efisien, sistematis, berintegritas, berorientasi pelayanan, netral, akuntabel, serta loyal terhadap wadah dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Agen Perisai harus bekerja secara profesional dan berintegritas. Bukan hanya proaktif mencari peserta, tetapi juga responsif dalam melayani, objektif dalam bertindak, dan akuntabel dalam setiap proses. Semua itu harus bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Selanjutnya beliau menjelaskan "Integritas adalah kunci. Loyal terhadap wadah dan BPJS Ketenagakerjaan, namun tetap menjaga netralitas dan objektivitas di lapangan. Dari situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,” tegasnya.
Nilai-nilai tersebut menjadi benang merah seluruh materi pelatihan, yang dirancang untuk memperkuat etika kerja Agen Perisai sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada peserta. (Red)

Social Footer