Kabupaten Sukabumi, mediabhayangkara.id - Konsultasi publik tahapan persiapan permohonan penerbitan penetapan lokadi pengadaan tanah untuk penambahan lahan pembangunan jalan tol Ciawi-Sukabumi.
Pemprov Jabar gandeng BPN kanwil jabar mengadakan acara konsultasi publik serempak di 4 wilayah, selama 2 hari salahsatunya di Almasthuriyah yang mengundang 3 desa, yaitu desa Cijengkol, desa mekar jaya dan talaga.
Berlokasi di aula gedung Al-masthuriyah jalan Cibolang kaler kecamatan Cisaat kabupaten Sukabumi.
Tampak hadir dari kementrian PUPR, perwakilan dari kejaksaan kabupaten Sukabumi, kades mekar jaya dan camat caringin, babinsa dan babinkamtibmas setempat serta warga dari 3 desa tsb yang terdampak perluasan jalan tol ciawi-Sukabumi.
Menurut Yudi Ardiansyah selaku ketua PPK pusat menjelaskan "penambahan lahan pembangunan jalan tol Ciawi- Sukabumi ini meliputi 16 desa dan 1200bidang tanah, seluas 5hektar yang tercatat di sejumlah kecamatan di wilayah Sukabumi.
Oleh karna itu konsultasi publik kita adakan serempak di 4tempat berbeda selama 2 hari tanggal 13-14 november.
"Bagi warga yang hari ini berhalangan hadir bisa datang esok har,i" pungkasnya.
Ditempat yang sama Rina Nuraeni selaku Petugas pelaksana dari BPN kanwil Jabar menerangkan bahwa "Hari ini kami diundang oleh pihak Pemprov Jabar untuk memberikan sosialisasi dan konsultasi publik mengenai tahapan pelaksanaan pengadaan tanah kepada warga masyarakat yang terdampak perluasan lahan pembangunan tol Ciawi-Sukabumi," ujarnya.
Lebih lanjut Rina menjelaskan " dari kanwil kami memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menyerahkan dokumen tanah atau bangunan yang mereka miliki dan kuasai.
Baik dokumen itu berupa girik,ajb maupun sertifikat. Kalaupun nanti ada lahan yang mengalami sengketa, bisa dibawa ke pengadilan untuk mengetahui hak tanah tsb.
Nanti sebagai pelaksana adalah BPN kabupaten Sukabumi, tentunya yang akan memvalidasi untuk memastikan obyek yang mereka miliki itu, apakah benar milik mereka. Karna kita menggunakan uang negara jadi harus hati- hati dalam penggunaannya" pungkasnya. (Red)
publikasi HR


Social Footer