BONDOWOSO, mediabhayangkara.id - Persoalan apakah Pemerintah Kabupaten (Pemda) Bondowoso akan mengimpor peserta dari luar daerah dalam seleksi pejabat menjadi sorotan yang relevan dengan konteks pengalaman kepemimpinan di kabupaten tersebut. Seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melibatkan peserta luar daerah memang memiliki tujuan positif untuk mendapatkan pejabat yang kompeten, namun tidak terlepas dari sejumlah risiko dan tantangan.
Risiko utama yang muncul adalah kurangnya pemahaman konteks lokal. Pejabat dari luar daerah cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dinamika politik, budaya kerja, jaringan birokrasi yang sudah mapan, serta potensi dan masalah spesifik di daerah baru yang ditugasi.
Pengetahuan lokal tersebut secara krusial berperan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik yang efektif, sehingga keterlambatan dalam memahaminya dapat menghambat keberhasilan program pembangunan.
Namun, pengalaman bupati Bondowoso saat ini yang berasal dari luar kota memberikan gambaran yang berbeda. Beliau terbukti mampu memperbaiki kondisi Kabupaten Bondowoso menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan bahkan meraih beberapa penghargaan prestisius.
Hal ini menunjukkan bahwa asal usul dari dalam atau luar kota tidak dapat dijadikan tolak ukur mutlak kemampuan seseorang. Yang lebih penting adalah kompetensi yang dimiliki oleh calon pejabat yang akan menjabat.
Oleh karena itu, siapapun yang terpilih melalui tahapan penilaian yang ketat oleh Panitia Seleksi (Pansel) dan Panitia Penilaian Kompetensi (PPK) seharusnya dinilai telah memiliki kemampuan, kemampuan untuk bertanggung jawab, dan komitmen untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan baik, tanpa memandang asal daerahnya.
penulis ; Iwak

Social Footer