Breaking News

Yohana Berhasil Sabet Juara I Lomba Tata Rias Wajah dan Rambut, Di Gelar Oleh PD. IWO Bogor Raya dan KPB

 


Kota Bogor, — Antusiasme masyarakat mulai dari yang muda hingga lansia, dari usia SD, kuliah dan ibu rumah tangga untuk mengikuti lomba berkebaya dan tata rias wajah dan rambut sunda yang dilenggarakan IWO Bogor Raya dan Komunitas Perempuan Berkebaya, Di dukung oleh dewan juri dari IKJ dan KPB yang sangat profesional di bidangnya, diantaranya :


Juri Lomba Kebaya Tradisional:

1. Rihaya Syukur

2. Dr. Nita Trismaya, S.Sn. M.Ds.


Juri Lomba Kebaya Kontemporer:

1. Listrya Satyavitri

2. Dewi Kencana


Juri Lomba Make Up dan Tata Rias Khas Sunda:

1. Rustin Hartati

2. Utami Untoro


Juara lomba diperoleh oleh :

1. Juara 1 Yohana dari Jawa Timur.

2. Juara 2 Ani komalasari (paloma) dari Bogor.

3. Juara 3 diraih oleh Eni nuraeni dari Gadog.

Menurut Yohana sang juara lomba tata rias wajah dan rambut, beliau mahasiswi sedang menempuh jurusan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang berasal dari Jawa Timur, menjelaskan saya merasa bersyukur dan bangga atas prestasi yang baru saja saya raih. Sebelum kembali ke kampung halaman, saya mendapat informasi mengenai perlombaan tata rias yang diadakan di Bogor. Dengan mengambil konsep riasan pengantin Siger Sunda. 

"Saya mencoba mengangkat keindahan budaya lokal melalui karya tata rias. Meski waktu persiapan yang singkat, dengan izin Tuhan dan dukungan orang sekitar, saya berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian lomba dengan lancar dan meraih gelar Juara 1," tuturnya.

Selanjutnya beliau menjelaskan perasaan saya saat disebutkan sebagai nominasi juara pertama sangatlah luar biasa. Tidak hanya senang dan bangga, tetapi juga terharu mengingat ini adalah pengalaman pertama saya dalam mengikuti kompetisi tata rias rambut sanggul sunda.

Pada saat mempresentasikan hasil tata rias pengantin siger Sunda di atas panggung, saya mengakui rasa gugup sempat datang. "Sebagai seorang yang masih terus belajar tentang tata rias tradisional Sunda, khususnya riasan pengantin Siger Sunda saya berusaha maksimal untuk menjelaskan setiap detail yang saya pahami. Selain itu, saya juga memperkenalkan roncean melati imitasi yang saya buat sendiri bersama ibu saya, sebagai bentuk inovasi dan kreativitas dalam tata rias," ungkapnya.

Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada penyelenggara lomba ini. "Pengalaman ini sangat berharga bagi saya, terutama sebagai langkah awal dalam menekuni dunia tata rias. Semoga ke depannya, saya dapat terus belajar, berkreasi, dan menginspirasi lebih banyak orang," pungkasnya. (Red)

Para Pembina Media Bayangkara Group

Para Pembina Media Bayangkara Group

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya

Kapolsek Bubutan Surabaya

Kapolsek Bubutan Surabaya

Kapolrestabes Surabaya

Kapolrestabes Surabaya

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close