Breaking News

Airlangga Hartanto dan Peter Kyle Tanda Tangani Perjanjian Dagang Dua Negara

 


Jakarta, mediabhayangkara.id — Inggris dan Indonesia meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi, yang ditandatangani pada 19 Januari 2026 oleh Menteri Koordinator Inggris untuk Bisnis dan Perdagangan, Peter Kyle, dan Menteri Koordinator Bidang Perekomian Indonesia, Airlangga Hartarto.

Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. 

Melalui kemitraan ini, kedua negara akan bekerja sama untuk mengatasi hambatan non-tarif, mendukung para pelaku ekspor, dan mendorong investasi dua arah yang lebih besar, untuk menciptakan peluang baru bagi dunia usaha dan memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara.

Dalam sesi wawancara bersama Peter Kyle, Mentri koordinator Inggris untuk bisnis dan perdagangan menjelaskan Ada begitu banyak bidang kolaborasi terkait iklim dan alam, termasuk keterlibatan Presiden dengan Yang Mulia Raja (Charles III) dalam mendukung konservasi gajah dan memulihkan penghidupan di Sumatera dan Aceh.

Kami bekerja di berbagai bidang, terutama keuangan berkelanjutan dan transisi hijau. Seperti misalnya, kami memiliki MELAJU, platform infrastruktur berkelanjutan yang menggabungkan keahlian, kontribusi sejumlah perusahaan Inggris yang luar biasa, serta dukungan finansial untuk membantu Indonesia membuat komitmen nyata dalam transportasi berkelanjutan, bangunan berkelanjutan, pembangunan perkotaan berkelanjutan, dan hal‑hal lain yang ingin dicapai Indonesia.

Dan satu hal terakhir mengenai transisi energi yang merupakan bagian penting dari transisi hijau. Kami sangat senang, setelah bertahun‑tahun menjalankan program MENTARI yang sangat sukses, dapat mendukung aspirasi Indonesia untuk menjadi penyerap karbon bersih (carbon net sink) alih‑alih menjadi penyumbang karbon bersih (carbon net emitter). Hal tersebut bergantung pada keberhasilan transisi energi menuju energi terbarukan" tuturnya.

Saat ditanya mengenai bagaimana Inggris memandang Indonesia sebagai mitra dagang, khususnya dalam tujuan jangka panjang bagi kedua negara? Beliau menjawab " Untuk kemakmuran jangka panjang, kami memandang Indonesia sebagai mitra yang benar‑benar penting. Untuk saat ini, Indonesia adalah ekonomi terbesar ke‑16 di dunia, sementara Inggris berada di posisi ke‑6, tetapi Indonesia hanya merupakan pasar ekspor Inggris di urutan 54.

Hal ini sama sekali tidak mencerminkan dinamika ekonomi Inggris maupun besarnya potensi kerja sama bisnis antara kedua negara.

Itulah sebabnya kami mengadakan acara bisnis tingkat tinggi yang dihadiri Presiden, dan mengapa Presiden dan Perdana Menteri juga akan meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi antara kedua negara.

Inggris dan Indonesia saling membutuhkan secara ekonomi untuk mendorong pertumbuhan.

Saya sangat berharap Presiden Prabowo mengundang perdana Mentri kami, dan undangan tersebut akan benar‑benar mewujudkan sebuah kunjungan (dari Perdana Menteri)" pungkasnya. (Red)

Para Pembina Media Bayangkara Group

Para Pembina Media Bayangkara Group

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya

Kapolsek Bubutan Surabaya

Kapolsek Bubutan Surabaya

Kapolrestabes Surabaya

Kapolrestabes Surabaya

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close