SURABAYA, mediabhayangkara.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi undangan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ye Su dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu (3/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang penguatan hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, serta ekonomi strategis.
Dalam pertemuan itu, Khofifah bersama Konjen RRT membahas sejumlah poin penting, di antaranya pengembangan SDM melalui program beasiswa bagi pelajar Jawa Timur, peningkatan kapasitas guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri global.
Selain sektor pendidikan, kerja sama di bidang manufaktur juga menjadi perhatian utama. Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat industri nasional yang potensial dikembangkan melalui kolaborasi investasi, alih teknologi, dan penguatan rantai pasok dengan mitra dari Tiongkok.
Tak kalah penting, pertemuan tersebut turut membahas peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok. Komoditas unggulan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan dinilai mampu mendorong peningkatan kesejahteraan pelaku usaha lokal apabila didukung oleh regulasi dan kerja sama perdagangan yang berkelanjutan.
Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM, daya saing industri, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Menanggapi hal tersebut, Senator Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab di sapa ning lia, menyambut positif langkah strategis yang dilakukan Gubernur Khofifah. Menurutnya, kerja sama lintas negara harus diarahkan pada manfaat konkret bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya generasi muda dan pelaku usaha lokal.
“Penguatan kerja sama dengan Tiongkok harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya ekonomi, tetapi juga investasi SDM. Program beasiswa, peningkatan kompetensi guru SMK, hingga pembukaan akses ekspor seperti sarang walet adalah langkah nyata yang menyentuh akar kesejahteraan rakyat,” ujar ning Lia .
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan penguatan regulasi agar kerja sama internasional tetap berpihak pada kepentingan daerah. “Kolaborasi global harus tetap berlandaskan kemandirian daerah dan perlindungan pelaku usaha lokal agar tidak sekadar menjadi pasar, tetapi juga pemain utama,” tegasnya.
Pertemuan antara Gubernur Jawa Timur dan Konsul Jenderal RRT tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, serta diharapkan menjadi pintu masuk bagi realisasi kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok ke depan. (*/HR)


Social Footer