NGAWI, Jawa Timur, mediabhayangkara.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan komitmennya untuk mengawal peningkatan kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Perhatian tersebut diberikan karena hingga kini kesejahteraan guru PAUD dinilai masih jauh dari layak, padahal peran mereka sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.
Komitmen itu disampaikan Senator yang akrab disapa Neng Lia saat bertemu dengan Ketua Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IGPAUD) Kabupaten Ngawi, Mazidah, dalam kegiatan serap aspirasi (RESES) yang digelar di Kabupaten Ngawi, Kamis (08/01/26). Dalam pertemuan tersebut, persoalan kesejahteraan guru PAUD menjadi isu utama yang disampaikan kepada senator perempuan asal Jawa Timur itu.
“Guru PAUD memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan fondasi kepribadian anak sejak dini. Namun ironisnya, kesejahteraan mereka masih sangat minim dan kurang mendapatkan perhatian,” ujar Lia Istifhama.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidikan usia dini. Oleh karena itu, perhatian terhadap guru PAUD seharusnya menjadi prioritas kebijakan, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kalau kita bicara SDM unggul, maka guru PAUD adalah garda terdepan. Negara tidak boleh abai,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Mazidah mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialami para guru PAUD di Ngawi. Ia menyebut IGPAUD Kabupaten Ngawi saat ini memiliki sekitar 200 anggota. Namun, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan penghasilan yang layak dan pasti.
“Banyak guru PAUD yang tidak digaji secara rutin setiap bulan. Mereka dibayar sewaktu-waktu, itu pun dengan nominal seikhlasnya, tergantung kemampuan lembaga,” ungkap Mazidah. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat memprihatinkan mengingat dedikasi dan semangat para guru PAUD yang tetap tinggi dalam mendidik anak-anak.
Selain persoalan kesejahteraan, Mazidah juga berharap adanya perhatian terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia guru PAUD. Ia menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar kompetensi guru semakin meningkat. “Kalau kesejahteraan dan kapasitas guru diperhatikan, kualitas pendidikan anak-anak juga akan meningkat,” katanya.
Menanggapi hal itu, Lia Istifhama menyatakan sepakat bahwa perjuangan guru PAUD tidak hanya soal honorarium, tetapi juga soal penguatan kapasitas. Ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut dan mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak pada guru PAUD, termasuk dukungan pelatihan dan peningkatan kompetensi.
“Dengan semangat yang luar biasa dari para guru PAUD, jika didukung kesejahteraan dan pelatihan yang memadai, maka kualitas anak didik kita akan jauh lebih baik. Ini investasi jangka panjang bangsa,” pungkas Lia.
Ia menegaskan akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat nasional agar kesejahteraan dan penguatan SDM guru PAUD mendapat perhatian serius sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia sejak usia dini. (*/HR)

Social Footer