GRESIK, mediabhayangkara.id – Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Komisi IV Pondra Priyo Utomo, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2026 dengan menghadirkan berbagai elemen masyarakat guna menjaring aspirasi secara langsung. Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, pengurus MPC NU, MUI, kader Posyandu, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Komisi IV Pondra Priyo Utomo juga membagikan kuesioner kepada para tamu undangan sebagai sarana menjaring aspirasi secara tertulis, sehingga setiap kebutuhan dan permasalahan masyarakat dapat terdokumentasi dengan baik.
Dalam sambutannya, Komisi IV Pondra Priyo Utomo menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengisi kuesioner yang telah disediakan. Menurutnya, aspirasi masyarakat akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan daerah.
“Kami berharap ada aspirasi dari semua untuk ditampung sebagai aspirasi bagi DPRD Gresik. Reses ini penting karena pada Desember kemarin kami diminta untuk mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Maka dari itu, mohon form kuesioner diisi sesuai kebutuhan yang ada di lingkungan njenengan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik merencanakan fokus pembangunan tahun 2027 pada lima prioritas utama, yakni perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan jalan lingkungan, jalan poros desa, penguatan Posyandu, serta pelatihan tenaga kerja.
Aspirasi Masyarakat : Posyandu, Pendidikan, dan Infrastruktur Jadi Sorotan
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung.
Ketua Kader Posyandu Hulaan, Dwi Budi Utami, menyampaikan keluhan terkait menurunnya kesejahteraan kader Posyandu, meskipun tugas dan tanggung jawab semakin bertambah.
Untuk tahun 2026, kesejahteraan kami semakin turun. “Kami mohon kebijakannya untuk dikaji ulang. Selain itu, untuk PMT kami juga tidak mendapatkan transport,” ungkapnya.
Sementara itu, Hadi Siswoyo dari BPD Drancang mengeluhkan kondisi Sekolah Dasar di wilayahnya yang kerap tergenang air saat musim hujan, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Ia juga menyampaikan kebutuhan penambahan fasilitas pendidikan seiring bertambahnya jumlah siswa.
Keluhan serupa disampaikan Nur Samsul dari Mojotengah terkait kondisi jalan lingkungan di kawasan Paku Pari yang rusak parah.
“Kondisi jalan sangat memprihatinkan, bahkan bisa disebut selokan pindah jalan. Kami sudah mengusulkan, namun belum terealisasi. Selain itu, jalan penghubung Mojotengah–Menganti juga perlu perhatian. Kami juga mohon bantuan terkait pengadaan rambu keselamatan di dekat masjid dan MI karena sudah sering memakan korban jiwa,” tegasnya.
Komisi IV Berikan Penjelasan dan Komitmen Tindak Lanjut
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Komisi IV Pondra menjelaskan bahwa pihaknya di Komisi IV DPRD Gresik sebelumnya telah mengusulkan penambahan honor kader kesehatan sebesar Rp50 ribu melalui Puskesmas dan KBPPA. Namun, kebijakan tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini karena adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp538 miliar yang berdampak pada keterbatasan anggaran pembangunan daerah.
“Karena adanya pengurangan dana transfer tersebut, maka pembangunan Kabupaten Gresik untuk tahun 2027 difokuskan pada lima prioritas utama tadi. Oleh karena itu, kami mohon seluruh usulan diisi dalam kuesioner agar dapat kami perjuangkan dalam rapat komisi,” jelasnya.
Terkait permasalahan sekolah yang tergenang air, Komisi IV Pondra menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat program revitalisasi sebanyak 191 Sekolah Dasar di Kabupaten Gresik. Namun, untuk penambahan rombongan belajar (rombel) masih disesuaikan dengan pemerataan jumlah siswa di sekolah lain.
Sementara untuk perbaikan jalan lingkungan di Mojotengah, Pondra meminta masyarakat melengkapi data berupa foto dan titik lokasi untuk diinput melalui aplikasi CKPKP yang digunakan sebagai dasar pengajuan pembangunan infrastruktur.
Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan jalan poros desa termasuk dalam belanja modal Dinas Pekerjaan Umum, yang nantinya akan melakukan kajian teknis dan perhitungan anggaran berdasarkan kondisi di lapangan.
Reses Jadi Momentum Perjuangan Aspirasi Rakyat
Pondra menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memastikan setiap kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan, baik secara lisan maupun melalui kuesioner, dapat menjadi bahan perjuangan DPRD dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan sesuai kebutuhan masyarakat Kabupaten Gresik. (HR)


Social Footer