Surabaya, medibhayangkara.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform Fluence.id sebagai sarana promosi digital yang relevan dengan perkembangan pasar saat ini.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri grand launching Fluence.id di Jatim Expo, Senin (16/02/26). Menurut Lia, karakter pasar generasi Z (Gen Z) yang sangat akrab dan friendly dengan ekosistem digital menjadi alasan kuat mengapa UMKM harus beradaptasi dengan platform berbasis konten kreator.
“Pasar Gen Z itu sangat dekat dengan dunia digital. Mereka mencari referensi produk dari media sosial dan konten kreator. Karena itu, platform seperti Fluence.id sangat pas untuk menjangkau segmen ini,” ujar Ning Lia.
Ia menjelaskan, pola konsumsi Gen Z tidak lagi bergantung pada promosi konvensional. Rekomendasi dari kreator, visual yang menarik, serta interaksi di media sosial menjadi faktor penting dalam keputusan membeli.
Menurut Ning Lia, jika UMKM ingin naik kelas dan memperluas pasar, maka pendekatan komunikasi digital harus menjadi prioritas.
“UMKM harus masuk ke ruang digital dengan strategi yang tepat. Bukan hanya sekadar hadir, tetapi terukur dan transparan,” tegasnya.
Founder Fluence.id, Antok Arifanto, menambahkan bahwa platform ini memang dirancang untuk menjembatani pelaku usaha dengan kreator secara profesional. Dengan sistem dashboard analytics, UMKM dapat mengakses laporan performa kampanye mulai dari engagement, like, hingga views.
“Anggaran promosi fleksibel, mulai dari Rp1 juta hingga tidak terbatas. Yang terpenting, semua data bisa dipantau langsung oleh pelaku usaha,” jelas Antok.
Lia optimistis, dengan memanfaatkan platform digital yang transparan dan memahami karakter pasar Gen Z, UMKM Jawa Timur dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat daya saing di tengah ekonomi digital yang terus berkembang. (HR)

Social Footer