PEMALANG, mediabhayangkara.id – Arus Balik selalu membawa cerita pemudik. Tentang rindu yang ingin segera dituntaskan, tentang lelah yang ditahan demi sampai ke rumah. Namun di tengah perjalanan itu, tak semua berjalan sesuai rencana.
Siang itu hari Rabu (24/3/26), di simpang empat Gandulan Pemalang, sebuah mobil perlahan menepi. Mesinnya mati. Di dalamnya, Taufik (62) bersama tiga anggota keluarganya terdiam sejenak bingung, lelah, dan mulai cemas. Tujuan mereka masih cukup jauh, menuju Purbalingga, namun perjalanan seakan berhenti di titik itu.
Taufik turun dari mobil, mencoba memahami apa yang terjadi. Ia membuka kap mesin, memeriksa seadanya, berharap menemukan jawaban. Tapi yang ia temukan justru ketidakpastian.
Di tengah situasi itu, ada mata yang memperhatikan dari awla, Aipda Dwiyanto, yang sedang mengatur lalu lintas di sekitar lokasi, melihat kondisi tersebut. Tanpa menunggu diminta, ia melangkah mendekat. Bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membawa kepedulian.
Dengan tenang, ia membantu memeriksa kendaraan. Radiator dicek tidak ada masalah. Namun ketika pandangan beralih ke indikator bahan bakar, jawabannya terlihat jelas, Jarum sudah berada di titik paling bawah.
Indikator di Posisi E......Bahan bakar habis...
Sederhana, namun cukup membuat perjalanan terhenti.
Tanpa banyak bicara, Aipda Dwiyanto segera menuju Pos Terpadu Gandulan. Ia mengambil jerigen berisi BBM yang memang disiapkan untuk kondisi darurat seperti ini.
Beberapa saat kemudian, bahan bakar dituangkan.
Semua menunggu dalam diam.
Lalu… jreeeng.....mesin itu kembali hidup.
Suara yang mungkin terdengar biasa, namun saat itu terasa begitu melegakan bagi Taufik dan keluarganya.
Suara itu yang terdengar bukan sekadar mesin yang menyala, tetapi harapan yang kembali, Perjalanan yang sempat terhenti, kini bisa dilanjutkan.
“Alhamdulillah,…kami benar-benar terbantu,” ucap Taufik dengan mata yang tak lagi menyimpan cemas.
“Terima kasih kepada bapak Polisi yang sudah menolong kami,” lanjutnya penuh haru.
Di tengah panasnya jalan dan padatnya arus balik, bantuan itu mungkin terlihat kecil. Namun bagi mereka yang merasakannya, itu adalah pertolongan yang tak akan dilupakan.
Sementara itu dalam keterangannya Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menyampaikan.
"Kehadiran anggota di lapangan adalah bentuk nyata kepedulian Polri. Kami memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri ketika menghadapi kesulitan di perjalanan," ujarnya.
Jika mengalami kendala, Polri akan selalu siap hadir memberikan bantuan," tambahnya.
Di perjalanan pulang, terkadang ada titik di mana langkah terasa berhenti.
Namun di saat itulah, kepedulian hadir menghidupkan kembali perjalanan, dan mengantarkan harapan sampai ke tujuan. (Khnza Haryati)



Social Footer