JAKARTA, mediabhayangkara.id – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyelenggarakan pelatihan Mobile Journalism (MoJo) pada Jumat (13/3/26), di American Space yang berlokasi di Masjid Istiqlal. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari jurnalis anggota Ikatan Wartawan Online (IWO), anggota Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI), serta jurnalis mahasiswa dari berbagai universitas dan sekolah jurnalistik.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi konten digital berkualitas menggunakan telepon pintar, khususnya dalam peliputan Ramadan. Seiring dengan pesatnya perkembangan platform digital di Indonesia, cara masyarakat mengonsumsi cerita dan berita tentang Ramadan juga terus berkembang. Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk menghasilkan liputan yang kreatif, akurat, dan bertanggung jawab mengenai kehidupan masyarakat selama bulan suci.
“Kedutaan Besar Amerika Serikat berkomitmen mendukung jurnalisme profesional serta menjalin keterlibatan dengan komunitas media yang terus berkembang,” ujar Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat Jamie W. Ravetz dalam sambutan pembukaan.
“Melalui lokakarya ini, kami berharap dapat memberikan perangkat praktis yang dapat mendukung kerja jurnalistik mulai dari menyusun cerita yang menarik, melakukan wawancara yang membangun narasi kuat, hingga memanfaatkan perangkat mobile untuk merekam video, foto, dan audio secara efektif.”
Sesi pertama bertajuk “Ramadan Storytelling in the Digital Age” yang dipandu oleh wartawan senior Hanna Fauzie membahas tren peliputan Ramadan di era digital, termasuk pentingnya pelaporan yang bertanggung jawab dan sensitif terhadap isu-isu keagamaan. Peserta juga mempelajari teknik wawancara untuk membangun narasi yang kuat dengan tetap menjunjung tinggi etika dan akurasi jurnalistik.
Sesi kedua yang dipandu jurnalis digital Tedy Tri Setio berfokus pada keterampilan praktis Mobile Journalism, seperti teknik mengambil video dan foto berkualitas menggunakan telepon pintar. Peserta mempelajari dasar-dasar framing, pencahayaan, dan audio, serta diperkenalkan pada berbagai aplikasi pengeditan sederhana yang dapat digunakan untuk menghasilkan konten digital secara cepat dan efektif, termasuk format reels, shorts, dan video vertikal.
Pelatihan ditutup dengan sesi latihan praktik dan presentasi ide cerita. Dalam sesi ini, peserta mengembangkan ide liputan singkat bertema Ramadan dan membuat konten video singkat dari kegiatan pelatihan. Beberapa perwakilan peserta kemudian mempresentasikan hasil karya mereka untuk mendapatkan masukan dari para pelatih.
Melalui pelatihan ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat berharap dapat memperkuat kapasitas jurnalis warga, jurnalis muda, dan jurnalis mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi mobile untuk menghasilkan liputan yang informatif, menarik, dan relevan bagi masyarakat di era digital. (*/ella)




Social Footer