JAKARTA, mediabhayangkara.id — Seorang balita bernama Muhammad Haadii Khairul (4) dilaporkan hanyut setelah terpeleset ke dalam gorong-gorong saat bermain hujan bersama teman-temannya di kawasan Jalan Flamboyan No.65B, RT 7/RW 2, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/4) sekitar pukul 13.30 WIB akibat korban diduga kehilangan keseimbangan saat bermain di tengah guyuran hujan dan tanpa disadari masuk ke aliran gorong-gorong yang saat itu tengah dipenuhi arus air.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personil Basarnas dari Kantor SAR Jakarta bersama tim SAR gabungan kembali melanjutkan upaya pencarian secara intensif dengan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor pada kamis (9/4) pagi ini. Pencarian pada area pertama dilakukan dengan metode Explore SAR (E-SAR) di sepanjang gorong-gorong perumahan tersebut. Pencarian kedua dilakukan dengan menyusuri aliran kali dari muara gorong-gorong tersebut sampai Kali Pesanggrahan hingga radius kurang lebih 2 KM.
Korban akhirnya ditemukan pada Kamis (9/4) sekitar pukul 08.35 WIB setelah mendapatkan laporan dari warga yang melihat jenazah korban terapung di aliran air pada jarak sekitar 5 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.” ungkap Desiana Kartika Bahari, S.E., M.H., QGIA., QIA., Kepala Kantor SAR Jakarta sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR. Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Jakarta, Sudin Gulkarmat, REDKAR, BPBD DKI Jakarta, Polsek Kembangan, PK3D, pengurus RT/RW, PPSU kelurahan, warga setempat, Damkar Jakarta Barat, serta SAR MTA Tangerang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak serta kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. (*/ella)


Social Footer