Breaking News

Kepala Bapas Pati Hadiri Pembukaan 7 Th World Congress on Probation and Parole di Bali

 

BALI, mediabhayangkara.id – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pati, Ari Adi Kurniawan, menghadiri kegiatan pembukaan 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang diselenggarakan di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan internasional ini menjadi momentum strategis dalam mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan dari berbagai negara guna membahas penguatan sistem probation dan parole yang lebih modern dan berkelanjutan.

Partisipasi Kepala Bapas Pati dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS.5-UM.01.01-219 tanggal 12 Maret 2026 tentang tindak lanjut undangan World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 Tahun 2026. Selain itu, keikutsertaan ini juga didasarkan pada Surat Tugas Nomor: WP.13.PAS.50-UM.01.01–1557 tanggal 6 April 2026, yang menugaskan Kepala Bapas Pati untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 17 April 2026 di Bali International Convention Centre.

Rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib dan khidmat, diawali dengan proses registrasi dan penerimaan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan masuknya para peserta ke ruang Mangupura Ballroom. Acara secara resmi dibuka melalui prosesi simbolis pemukulan gong oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, yang turut dihadiri oleh pejabat tinggi dari dalam negeri maupun delegasi internasional.

Kegiatan pembukaan semakin semarak dengan penampilan bertajuk The Journey of Second Chance (For Safer Society) yang dibawakan oleh Warga Binaan dari Lapas Kelas IIA Kerobokan. Penampilan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari paduan suara, tari tradisional dan modern, musik, hingga monolog yang menggambarkan proses pembinaan, perubahan diri, serta harapan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Selain itu, agenda pembukaan juga diisi dengan laporan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya transformasi sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi, reintegrasi sosial, serta perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi coffee break, foto bersama, dan welcome reception yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan jejaring internasional antar peserta. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan berbagai karya unggulan warga binaan, termasuk pertunjukan seni dan fashion show produk kreatif, yang mencerminkan keberhasilan program pembinaan dalam meningkatkan kemandirian dan produktivitas.

Kehadiran Kepala Bapas Pati dalam forum internasional ini merupakan bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung penguatan fungsi pembimbingan kemasyarakatan di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dari berbagai negara.

Dalam keterangannya, Ari Adi Kurniawan menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat strategis untuk memperkuat pemahaman kita terhadap praktik terbaik di tingkat internasional. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas pembimbingan kemasyarakatan di Bapas, khususnya dalam mendukung reintegrasi sosial klien secara optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan pemasyarakatan di masa depan.

“Pendekatan yang humanis dan berbasis pembinaan harus terus dikedepankan. Dengan adanya forum seperti ini, kita dapat saling belajar dan memperkuat sinergi guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif, profesional, dan berkeadilan,” tambahnya.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, diharapkan Balai Pemasyarakatan Kelas II Pati dapat terus beradaptasi dan berkembang dalam memberikan layanan pembimbingan kemasyarakatan yang optimal kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang modern, transparan, akuntabel, serta responsif terhadap dinamika global. (Red)

(Kontributor: Humas Bapas Pati)







Para Pembina Media Bayangkara Group

Para Pembina Media Bayangkara Group

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close