GRESIK - Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Kepala Desa (Kades) Banyuurip Khoirul Muis mendampingi kegiatan penyemprotan fogging
penyemprotan fogging yang dilaksanakan oleh, Pemerintah Desa Banyuurip bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Puskesmas Kedamean Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, Selasa (11/2/2025) pagi.
Adapun Kegiatan penyemprotan tersebut dilakukan pada, 2700 rumah warga Desa Banyuurip terdiri dari 45 RT, 11 RW.
Yaitu Empat Dusun, Dusun Miru, Dusun Pendem, Dusun Wonosari, Dusun Banyuurip dan Perum Kota Damai dengan menggunakan dua alat penyemprotan (fogger) Kegiatan penyemprotan fogging tersebut selama enam hari.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Banyuurip Khoirul Muis menyampaikan dalam Kegiatan penyemprotan fogging ini bertujuan untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti dan jentik-jentiknya, penyebab utama penyakit DBD.
“Penyemprotan fogging ini sangat penting untuk dilakukan sebagai langkah pencegahan dini agar masyarakat Desa Banyuurip ini terhindar dari wabah DBD,” ujarnya Khoirul Muis.
Lebih lanjut, Khoirul Muis juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui penerapan 3M, yaitu (Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas) yang tidak diperlukan.
Preventif dan Antisipatif penyemprotan fogging ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi kasus gejala, DBD khususnya di Desa Banyuurip ini, kegiatan ini juga melibatkan kerja sama antara, Pemerintah Desa dengan Dinas Kesehatan, untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan terbebas dari wabah.
Kami sebagai Pemerintahan Desa juga mengucapkan terima kasih kepada pihak dinas kesehatan puskesmas kedamean atas kepedulian, “Untuk penyemprotan fogging ini, Kami merasa lebih aman dari wabah penyebaran DBD,” ungkap Kades.
Ana Tasya selaku ketua RW 11 di Perum Kota Damai, Bougenville menyampaikan, dengan adanya program fogging penyemprotan ini, kami sangat mengapresiasi dan menyambut dengan baik, kami merasa terbantu dan lebih tenang karena risiko penyakit, DBD dapat diminimalkan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pemerintah Desa Banyuurip dan Dinas Kesehatan. Dengan adanya fogging ini, kami merasa lebih aman dari ancaman DBD,” pungkasnya.
(HR)
Social Footer